We trust you have received the usual lecture from the local System Administrator. It usually boils down to these three things:
- Respect the privacy of others.
- Think before you type.
- With great power comes great responsibility.
Kutipan di atas adalah salah satu pesan yang muncul ketika menjalankan perintah sudo untuk pertama kalinya pada sebuah akun. Poin kedua pada pesan tersebut menarik karena menurut keyakinan saya adalah hal yang harusnya dipahami seseorang sebelum mulai menggunakan komputer - segala jenis komputer.
Dalam literatur lain, Ten Commandments of Computer Ethics oleh Computer Ethics Institute hal ini dijelaskan secara lebih detail, contohnya adalah “Thou Shalt Always Use A Computer In Ways That Insure Consideration And Respect For Your Fellow Humans.”, menurut saya sangat relevan dengan kebiasaan kita hari ini. Komputer, internet, dan media sosial membuat kita sangat mudah menyampaikan sesuatu, tetapi kemudahan itu juga membuat kita sering lupa bahwa di balik layar ada manusia lain yang bisa merasa malu, terluka, atau dirugikan. Hal yang kelihatannya sepele, seperti membagikan tangkapan layar percakapan pribadi, menegur orang di grup besar, menyebarkan data pribadi, atau menulis komentar pedas tanpa berpikir panjang, pada praktiknya adalah bentuk ketidakpekaan terhadap orang lain. Di Indonesia, contoh seperti ini sering muncul dalam bentuk viralnya aib seseorang, komentar ramai yang mempermalukan, atau penyebaran informasi yang belum tentu benar. Karena itu, sebelum menekan tombol kirim, mungkin kita memang perlu bertanya lagi: apakah ini benar, perlu, dan pantas disampaikan di ruang publik?
“Thou Shalt Not Use A Computer To Steal. & Thou Shalt Not Use A Computer To Bear False Witness.” aah andai saja semua orang memahami betul hal ini, makmurlah negeri ini karena pasti tidak ada yang korupsi.
“Thou Shalt Think About The Social Consequences Of The Program You Are Writing Or The System You Are Designing.” judol, pinjol, phising, korupsi digital, hmm, apalagi yaaa - semua itu lahir dari teknologi yang dipakai tanpa memikirkan akibatnya. Yang awalnya cuma sistem, aplikasi, atau platform, bisa berubah jadi alat untuk menjerat orang, menguras uang, dan memperluas kerusakan. Dan mungkin memang di situlah poinnya: sebelum bikin sesuatu yang “berfungsi”, kita juga harus tanya apakah hal itu akan menyakiti orang lain atau tidak.

