↓ Skip to main content
Catatan Dasar Google Cloud Infrastructure
  1. Clouds/

Catatan Dasar Google Cloud Infrastructure

·7 mins·

Artikel ini merangkum konsep dasar dari course Essential Google Cloud Infrastructure: Foundation. Materi disusun sebagai catatan referensi, bukan sebagai panduan provisioning. Detail produk, ketersediaan fitur, batasan machine series, dan harga dapat berubah; selalu periksa dokumentasi Google Cloud terbaru sebelum menerapkan desain atau konfigurasi.

Daftar Isi
#

1. Cloud Shell dan environment variable
#

Cloud Shell adalah lingkungan shell Linux yang berjalan di Google Cloud dan diakses melalui browser atau koneksi lain yang didukung. Cloud Shell tidak sama dengan Terminal lokal pada macOS. Perubahan konfigurasi pada Cloud Shell juga tidak otomatis mengubah konfigurasi shell lokal di macOS.

Environment variable yang perlu tersedia kembali pada sesi Cloud Shell dapat dikelola melalui file konfigurasi di dalam direktori home pengguna, kemudian dimuat oleh konfigurasi shell yang sesuai. Lokasi file dan mekanisme pemuatan dapat bergantung pada shell serta perubahan pada layanan Cloud Shell.

Jangan menyimpan password, API key, token, private key, atau secret lain di file konfigurasi shell. Untuk secret, gunakan layanan dan mekanisme pengelolaan secret yang sesuai. Untuk detail persistensi dan konfigurasi Cloud Shell, ikuti dokumentasi resmi yang berlaku saat ini.

2. VPC network dan subnet
#

Virtual Private Cloud (VPC) menyediakan jaringan virtual untuk resource Google Cloud. VPC bersifat global, sedangkan subnet yang berada di dalamnya bersifat regional. Satu subnet hanya berada di satu region, tetapi satu region dapat memiliki beberapa subnet. Subnet tidak ditetapkan ke satu zone tertentu; resource pada beberapa zone dalam region yang sama dapat menggunakan subnet tersebut.

Network creation mode
#

Istilah default, auto, dan custom tidak mewakili tiga jenis VPC yang setara.

  • Default network adalah VPC yang dibuat otomatis pada project tertentu. Network ini biasanya menggunakan subnet auto mode dan konfigurasi awal lain yang disediakan Google Cloud.
  • Auto mode membuat subnet pada region-region tertentu menggunakan range yang ditentukan oleh Google Cloud. Region baru dapat menambah subnet secara otomatis, sehingga mode ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati pada desain jaringan yang membutuhkan kontrol alamat IP.
  • Custom mode tidak membuat subnet secara otomatis. Range dan region subnet ditentukan oleh pengguna sehingga mode ini lebih sesuai untuk perencanaan alamat IP yang eksplisit.

Auto mode dapat dikonversi menjadi custom mode, tetapi konversi tersebut tidak dapat dibalik. Detail range, region yang terdampak, dan perilaku network baru harus dikonfirmasi melalui dokumentasi VPC terbaru sebelum perubahan dilakukan.

Range dan ukuran subnet
#

Range subnet tidak boleh overlap dengan range lain yang konflik. Kapasitas subnet dapat diperbesar, tetapi umumnya tidak dapat diperkecil. Karena itu, pemilihan range perlu mempertimbangkan pertumbuhan workload, konektivitas ke jaringan lain, dan kemungkinan kebutuhan peering atau hybrid connectivity.

Jangan menganggap ukuran CIDR, daftar region, atau batas kapasitas tertentu selalu sama untuk semua konfigurasi. Gunakan dokumentasi resmi dan kalkulasi alamat IP yang sesuai dengan desain aktual.

3. Alias IP
#

Alias IP memungkinkan satu network interface pada VM memiliki alamat IP tambahan atau secondary range. Fitur ini dapat digunakan untuk merepresentasikan workload tertentu di balik satu VM, termasuk workload berbasis container, tanpa menganggap secondary range tersebut sebagai mekanisme NAT.

Alias IP berkaitan dengan konfigurasi subnet dan network interface. Primary internal IP VM tetap berbeda dari alamat atau range tambahan yang digunakan workload. Resource lain yang memiliki konektivitas jaringan dan aturan akses yang sesuai dapat berkomunikasi menggunakan alamat tersebut.

Implementasi alias IP tidak terbatas pada Docker. Penggunaan yang tepat bergantung pada arsitektur workload, mode routing, dan integrasi layanan yang digunakan. Untuk detail dukungan dan batasan, lihat dokumentasi alias IP Google Cloud.

4. Firewall rules
#

VPC firewall rules mengatur trafik ke atau dari resource yang berada di VPC. Sebuah rule memiliki arah trafik, prioritas, tindakan, protocol atau port, sumber atau tujuan yang relevan, serta target resource.

Target dapat ditentukan, antara lain, menggunakan network tag atau service account. Network tag bukan identitas eksklusif untuk satu VM; beberapa VM dapat menggunakan tag yang sama dan menerima rule yang menargetkan tag tersebut. Karena itu, tag perlu dipilih sebagai bagian dari desain akses, bukan dianggap sebagai pembatas subnet.

Pembatasan berdasarkan subnet atau range alamat menggunakan field source atau destination yang sesuai dengan arah trafik. Target dan source/destination memiliki fungsi berbeda dan tidak dapat saling menggantikan. Evaluasi rule juga dipengaruhi oleh prioritas dan aturan implied firewall yang berlaku.

Sebelum membuat atau mengubah rule, periksa dokumentasi VPC firewall rules dan dokumentasi produk yang menghasilkan trafik tersebut.

5. Machine families di Compute Engine
#

Compute Engine menyediakan beberapa kelompok machine family untuk kebutuhan workload yang berbeda, misalnya:

  • General purpose untuk workload umum dengan keseimbangan CPU, memory, dan biaya.
  • Compute optimized untuk workload yang membutuhkan kapasitas CPU tinggi.
  • Memory optimized untuk workload yang membutuhkan memory besar.
  • Accelerator optimized untuk workload yang memanfaatkan GPU atau akselerator tertentu.

Nama family, konfigurasi machine type, accelerator yang tersedia, dan region yang mendukungnya dapat berubah. Pemilihan machine type sebaiknya didasarkan pada kebutuhan workload, pola penggunaan resource, availability, dan biaya, bukan hanya nama family. Lihat daftar machine family Compute Engine untuk informasi terbaru.

6. Spot VM dan preemptible VM
#

Spot VM adalah VM dengan harga dan karakteristik interupsi yang ditujukan untuk workload yang toleran terhadap penghentian. Google Cloud dapat mengambil kembali kapasitas Spot ketika diperlukan. Karena itu, Spot VM lebih sesuai untuk batch processing, workload stateless, dan proses yang dapat dilanjutkan atau dibuat ulang.

Preemptible VM merupakan istilah dan opsi lama yang masih dapat muncul pada materi atau konfigurasi sebelumnya. Jangan menyamakan semua detail Spot dan preemptible, terutama terkait durasi maksimum, harga, availability, dan perilaku penghentian. Detail tersebut harus dikonfirmasi pada dokumentasi Compute Engine terbaru.

Workload yang menggunakan Spot VM perlu dirancang agar tidak bergantung pada live migration ke VM reguler dan tidak menganggap VM akan selalu melakukan restart otomatis setelah interupsi. Mekanisme pemulihan harus dirancang pada tingkat aplikasi atau orchestration yang sesuai.

7. Sole-tenant nodes
#

Sole tenancy menyediakan kapasitas komputasi fisik yang didedikasikan untuk penggunaan tenant tertentu. Fitur ini dapat membantu kebutuhan isolasi, lisensi, kepatuhan, atau kontrol penempatan workload.

Sole tenancy bukan berarti satu project secara otomatis memiliki satu server fisik tanpa aturan penempatan lain. Penggunaan dan penjadwalan workload tetap mengikuti konfigurasi node group, resource availability, kebijakan organisasi, machine type, serta batasan produk. Tinjau dokumentasi sole-tenant nodes sebelum menggunakannya sebagai dasar desain compliance atau licensing.

8. Jenis storage
#

Google Cloud menyediakan beberapa pilihan storage untuk Compute Engine. Nama produk dan availability dapat berbeda menurut machine series, region, dan konfigurasi VM.

Persistent Disk dan Hyperdisk
#

Persistent Disk dan Hyperdisk merupakan storage jaringan yang dirancang untuk data yang perlu memiliki lifecycle terpisah dari VM. Keduanya memiliki beberapa varian dengan karakteristik kapasitas, IOPS, throughput, dan harga yang berbeda.

Beberapa varian Persistent Disk yang umum dikenal adalah pd-standard, pd-balanced, pd-ssd, dan pd-extreme. Hyperdisk memiliki keluarga dan model provisioning tersendiri. Jangan memilih tipe hanya berdasarkan label ssd atau hdd; kebutuhan performa dan dukungan machine series perlu diperiksa pada dokumentasi produk.

Lifecycle disk dapat diatur agar disk dipertahankan atau dihapus ketika VM dihapus. Pengaturan tersebut berbeda dari durability data dan tidak menggantikan backup.

Local SSD
#

Local SSD menyediakan storage berlatensi rendah yang terpasang secara lokal pada VM. Data Local SSD bersifat ephemeral dan tidak memiliki karakteristik durability seperti Persistent Disk atau Hyperdisk. Local SSD tidak seharusnya menjadi satu-satunya tempat penyimpanan data yang harus dipertahankan.

Perilaku data bergantung pada jenis operasi VM dan konfigurasi yang digunakan. Jangan menggeneralisasi bahwa reset, stop, suspend, delete, atau event host selalu memiliki dampak yang sama. Periksa dokumentasi Local SSD sebelum merancang recovery atau maintenance workflow.

RAM disk
#

RAM disk menggunakan memory sebagai storage dan dapat memberikan performa tinggi. Konsekuensinya, kapasitasnya mengurangi memory yang tersedia untuk aplikasi dan data akan hilang ketika memory tidak lagi dipertahankan. RAM disk sesuai untuk data sementara atau cache, bukan untuk data yang membutuhkan durability.

9. Snapshot dan perubahan ukuran disk
#

Snapshot digunakan untuk membuat salinan point-in-time dari disk yang didukung. Snapshot dapat menjadi bagian dari strategi backup, cloning, atau pemindahan data ke disk baru, tetapi snapshot bukan pengganti rancangan backup dan retention yang lengkap.

Dukungan snapshot, jenis source disk, konsistensi aplikasi, dan pilihan disk tujuan bergantung pada produk serta fitur yang digunakan. Pernyataan bahwa semua tipe disk dapat dimigrasikan dengan cara yang sama perlu dihindari; Local SSD, Persistent Disk, dan Hyperdisk memiliki karakteristik berbeda.

Kapasitas disk umumnya dapat diperbesar, sedangkan operasi shrink tidak tersedia sebagai operasi langsung yang setara. Perubahan ukuran kapasitas disk juga tidak selalu otomatis memperbesar partition dan filesystem di dalam guest OS. Detail tersebut harus diperiksa pada dokumentasi tipe disk dan sistem operasi yang digunakan.

10. Referensi
#

Askarhabibulloh
Author
Askarhabibulloh